Rabu, 14 Oktober 2015

Ff Boyfriend My Lady

"My Lady"
Chapter 1

*Cast
-Jo KwangMin
-Jo HyunMin
-No Minwoo
-Kim Donghyun
-Lee Jeongmin
-Shin Hyunseong
-Jung Hyo Bin

Rating = enggak tau :v
Genre = Comedy,Romance,           Konflik.

"My Lady"

-Meet You-

Hidup sekarang yang serba mahal. Membuat seseorang yang  hidupnya tidak tercukupi,nekat melakukan segala macam agar kebutuhan nya terpenuhi. Tak jarang orang melakukan kejahatan, mengambil paksa hak seseorang, dan menghalal kan segala macam untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.

Seperti kehidupan gadis cantik bernama Jung Hyo Bin. Hidup nya yang sangat tidak karuan, Ayah nya yang berprofesi sebagai supir taxi meninggal karena kecelakaan saat ia berusia 10 tahun. Dan ibu nya, beberapa bulan yang lalu meninggal, karena sakit dan tidak mendapatkan pengobatan. Dan akhirnya sekarang dia hanya seorang diri, benar-benar seorang diri. Tidak ada yang menjadi tumpuan hidup nya kini, ia menangis sendiri, menikmati hidup yang menyedihkan kan ini hanya seorang diri.

Hidup di dunia yang sulit ini, aku harus merasakan nya seorang diri, tanpa kalian Appa,Oemma. Kenapa kalian tidak membawa ku pergi bersama kalian, sungguh hidup ku hampa tampa kalian. Aku harus bagaimana? Apa aku harus mengakhiri hidup ku ini, dengan cara bunuh diri? Ah tidak itu hal yang bodoh, aku harus berpikir lebih positif, aku yakin banyak orang yang lebih menderita daripada aku. Aku harus kuat

Jung Hyo bin tau pekerjaan yang dia lakukan itu tidak baik, mengambil milik orang lain, tapi mau bagaimana lagi, ia sudah bersusah payah mencari pekerjaan, namun hasil nya nihil. Untuk melanjutkan hidup nya, kini ia terpaksa memilih untuk berkerja sebagai pencopet.

Sudah 2 bulan, semenjak ibu nya meninggal dan ia putus sekolah. Hyo Bin bekerja sebagai pencopet, apakah pencopet bisa di katakan bekerja? Ya menurut Hyo Bin mencopet bisa di katakan bekerja karena itu mengeluarkan usaha agar bisa mengambil barang orang, dan harus sekencang mungkin berlari agar tidak berakhir di penjara .

Lawan dari serba susah, Yaitu seba mudah, serba enak, dan bahagia. Di rasakan oleh kakak dan adik ini, Jo KwangMin dan Jo Hyunmin. Yang beruntung terlahir dari keluarga kaya raya.

Ayah nya dan ibu nya memiliki banyak perusahaan, Hotel, produk yang sudah lumayan terkenal di Korea, mempunyai sekolah yang terkenal elit. Rumah dimana-mana, vila, bahkan ia pun mempunyai pesawat pribadi. Sangat berbalik kan dengan kehidupan Hyo Bin.

"Hallo Hyung, kau ada acara?".
KwangMin sedang berbicara dengan seseorang di seberang sana melalui ponsel nya.

"Hari minggu yang membosankan, ayo kita pergi..kemana saja lah".

"Cafe? Ahh aku bosan..". Kata KwangMin, menunjukkan wajah yang benar-benar bosan.

"Nanti saja kita bicarakan di rumah mu kita mau pergi kemana, o iya ajak Minwoo,Hyunseong hyung, dan Jeongmin hyung juga".

Kalimat itu mengakhiri pembicaraan nya dengan seseorang.

"Hyunmin Kajja..". Ajak KwangMin kepada Hyunmin yang sedari tadi duduk di samping nya, dan memperhatikan sang kakak yang sedang menelpon.

"Kemana kita hari ini?".  Tanya HyunMin Berdiri dan menggeliat kan tubuh nya, ia merasakan bahwa hari ini benar-benar bosan.

"Entahlah, kita pergi dulu saja ke rumah Donghyun Hyung..".
Jawab KwangMin, kemudian berdiri.

Di perjalanan Hyunmin mendapatkan sebuah pesan dari Minwoo.

"Ckk..Minwoo menitip sesuatu..".
Ucap Hyunmin yang sedang menatap ponsel nya, membaca pesan dari Minwoo.

"Mampir dulu ke supermarket?".
Tanya KwangMin yang mengendarai Mobil nya.

HyunMin menjawab nya dengan angguk kan kepala. KwangMin pun menepi kan mobil nya di sebuah supermarket. HyunMin segera keluar dan memasuki supermarket.

Ponsel KwangMin berdering, sebuah telpon masuk dari Ibu nya.

"Hallo Oemma..". Ucap KwangMin, setelah menempelkan ponsel di telinga nya.

Merasa sinyal dalam mobil jelek, ia pun keluar dari mobil.

Di kejauhan Hyo Bin sedang berjalan mencari sasaran copet nya, kebetulan ia melihat KwangMin yang sedang menelpon.

Hyo Bin segera berlari cepat mendekati KwangMin..

"Aku hendak pergi ke rumah Donghyun Hyung..". Ucap KwangMin.

Hyo Bin semakin dekat dan Hap.. Ponsel KwangMin berhasil Hyo Bin ambil dari tangan KwangMin. Dan dengan cepat Hyo Bin melarikan kan diri..

KwangMin hanya menatap biasa Hyo Bin yang berlari menjauh. Dari tatapan itu tersirat bahwa KwangMin benar-benar kaget.

"Hyung ada apa?". Tanya HyunMin yang baru saja selesai membeli titipan Minwoo. Melihat kakak nya seperti sedang memperhatikan sesuatu.

"Ponsel ku di curi orang..Aku kaget sekali, jantung ku hampir saja mau copot". Ucap KwangMin polos, dan segera memasuki Mobil.

****

"Hoshh..hoshh...". Hyo Bin mengatur napas nya, setelah meloloskan diri dari sasaran nya tadi.

Hyo Bin menatap ponsel yang di curi tadi dengan senyum nya.
"Orang tadi tidak berteriak sedikit pun? Sungguh orang yang baik..". Ujar Hyo Bin, kemudian kembali tersenyum menatap ponsel di tangan nya. Baru kali ini ia mencopet dengan sangat mudah nya, tanpa teriakan orang yang histeris meneriakkan kalimat `tolong` , atau berteriak `Copet-copet` sehingga semua orang berpusat kepada nya dan segera mengejar pencopet itu.

...........

"Apa ponsel mu di curi?". Ucap Donghyun, sedikit terkejut mendengar cerita dari KwangMin, baru kali ini pencopet terdaftar dalam hidup nya. Itu sangat menggelikan.

KwangMin mengangguk tanpa beban, yah kehilangan ponsel semahal apapun dia tak akan jadi masalah, ia mempunyai banyak uang untuk membeli nya lagi.

"Mau pergi kemana kita?".
Tanya KwangMin, yang terlihat bosan sekali. Terlihat wajah nya kurang bergairah, entah lah tidak ada kegiatan menarik untuk di lakukan hari ini rasanya semua nya bosan. Jalan-jalan, nonton, pokoknya mengelilingi kota seoul itu sudah sangat sering di lakukan bersama teman-teman nya.

"Hmm entah lah hari ini sangat membosankan, kita mau pergi kemana lagi? Korea ini luas, tapi rasa nya semua tempat telah kita kunjungi...". Ucap Jeongmin, lalu bersandar pada punggung sofa, sambil memainkan game yang ada di ponsel nya. Dan tak lama ia pun mengakhiri memainkan game nya karena itu sudah sangat sering ia main kan tentu saja sudah tidak menarik.

"Kalian pernah terpikirkan ingin menjadi anak dari keluarga yang biasa-biasa saja..". Celetuk Hyunseong tiba-tiba, membuat mereka semua menoleh ke arah nya lalu merenung kan kalimat yang baru saja keluar dari mulut Hyunseong.

"Hidup kita serba senang, tapi satu yang jarang kita dapat kan, perhatian dari orang tua kita sangat kurang...". Lanjut Hyunseong, dan mendapat angguk kan dari mereka.

"Terkadang aku ingin merasakan sekolah sambil bekerja.. Makan dengan hanya mie instan, tapi penuh dengan keceriaan bersama Oemma dan Appa kita". Ujar Minwoo, yang merasakan kurang perhatian dari orang tua nya. Hidup nya memang tercukupi, sangat tercukupi. Kecuali satu, orang tua nya yang jarang di rumah bahkan di Korea ini. Orang tua nya menjalan kan bisnis di berbagai negara, sehingga orang tua nya sering keluar negri. Adapun jika mereka pulang, itu hanya satu minggu dalam sebulan. Dan walaupun orang tua nya berada di rumah, mereka tetap saja mengurusi pekerjaan mereka. Bisa di katakan orang tua Minwoo adalah PENGGILA kerjaan, seperti tidak ada rasa lelah menjalan kan bisnis sudah tidak menjadi suatu pekerjaan tetapi obsesi yang senang untuk di lakukan.

"Tapi banyak orang yang menginginkan hidup seperti kita, padahal menurut ku kekayaan ini tidak membuat bahagia jika kita jarang bersama orang-orang yang kita sayangi". Timpal Donghyun, mengingat banyak orang yang ingin hidup seperti mereka. Bisa di katakan mereka semua adalah boys flower di sekolah mereka. Banyak murid yang mengagumi mereka bukan hanya gadis-gadis saja, tetapi pria pun ada yang mengagumi mereka. Pria? Ah Ya, mereka mempunyai style yang Modis, sehingga banyak siswa di sana yang mengikuti style mereka. Dan tentu saja kharisma mereka yang bisa dikatakan sempurna membuat para pria sirik, dan menginginkan wajah seperti mereka.

***

Suasana Malam yang sepi, Hyo Bin sedang berjalan sendirian. Seorang Hyo Bin sendirian di malam hari tidak akan terjadi apa-apa, karena semua penjahat di seoul adalah teman nya Hyo Bin.

"Aigoo, Ajhussi itu sangat pelit sekali. Dia ingin membeli ponsel ku dengan murah. Tapi kalau tidak aku jual, aku tidak mendapat kan uang hari ini untuk membayar tunggakan kontrakan ". Celoteh Hyo Bin, yang telah menjual ponsel hasil copet nya tadi dengan murah, sangat tidak memuaskan. Tapi jika tidak di jual, berarti hari ini ia tidak mendapatkan uang.

Sebuah mobil yang di kendari seorang laki-laki paruh baya sedang melaju melewati Hyo Bin, tiba-tiba pria itu merasakan sakit di dada nya, rasanya seperti sesak dan sulit bernapas. Pria itu meremas dada nya yang terasa sakit, sehingga mobil yang ia kendarai tidak terkendali.

"Ya Tuhan, kenapa mobil itu?". Ucap Hyo Bin melihat mobil yang berlaju tak tentu arah, ke kanan ke kiri. Yang pasti nya sangat membahayakan.

Pria itu sudah tidak bisa mengendalikan mobil nya, dan akhirnya ia menabrak sebuah halte.

"Haaaa? Kecelakaan..!! TOLONG..!!". Teriak Hyo Bin. Namun tidak ada orang.

Hyo Bin segeralah berlari menghampiri Mobil itu.

"Ahjussi...Ahjussi..Gwaencana?".
Hyo Bin mengetuk ngetuk kaca jendela mobil nya. "YA! Hyo Bin pabo mana mungkin dia baik-baik saja". Ujar Hyo Bin di sela sela kepanikan nya, sambil berpikir apa yang harus dia lakukan.

Terlihat percikan api dan asap di bagian belakang mobil.

"Mobil ini akan terbakar..". Pekik Hyo Bin panik, ia melirik sana sini mencari batu untuk memecahkan kaca mobil nya. Dalam kondisi gelap, ia pun menemukan batu yang cukup besar lalu segera memecahkan kaca mobil nya.

*Cring...

Hyo Bin memecah kan kaca mobil nya, kemudian membuka pintu nya, dan mengeluarkan pria itu. Lalu membawa jauh pria itu dari mobil yang sebentar lagi terbakar dan meledak.

*DUAARRR...
Suara ledakan yang menyembur kan api.

"Haahh..". Teriak Hyo Bin kemudian terjatuh saat sedang berjalan sambil menggendong pria itu, karena badan pria itu berat, dan ia tidak kuat untuk membawa nya lebih jauh lagi.

Hyo Bin segera menelpon Ambulance. "Hallo Ambulance aku butuh bantuan, di jalan .... ku mohon cepat ".

Hyo Bin menutup telpon nya, kemudian menatap wajah pria separuh baya itu, yang berlumuran darah.

"Pria ini mungkin seumuran dengan Ayah ku". Ucap Hyo Bin, tak terasa air mata nya pun mengalir, ia merasa rindu dengan Ayah nya.

Ambulance datang dan segera membawa Pria itu ke rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit Hyo Bin mengantar pria itu menuju ruangan nya. Ia segera menelpon keluarga pria itu ,menggunakan Ponsel pria itu.

"Hallo..pemilik ponsel ini sedang berada di rumah sakit...".

***

"Apa rumah sakit?". KwangMin yang sedang duduk santai di kamar nya terkejut dan segera berdiri, mendengar kabar bahwa Ayah nya di rumah sakit.

"Baiklah aku akan segera kesana".

Bersambung...
Lanjutkan ke Chapter 2 ;)i

Tidak ada komentar:

Posting Komentar